LANGIT7.ID-, Teheran - Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf memperingatkan bahwa Amerika Serikat (AS) sedang menghadapi tekanan yang kian meningkat akibat kenaikan harga kontrak berjangka minyak, tingginya imbal hasil obligasi pemerintah (Treasury), dan menipisnya Cadangan Minyak Strategis (SPR) negara tersebut.
Ia menyatakan bahwa dampak dari kebijakan AS semakin sulit untuk disembunyikan.
Dalam sebuah unggahan di akun X miliknya pada hari Kamis (3/9), Mohammad Baqer Qalibaf menggunakan serangkaian kode samar yang merujuk pada imbal hasil Treasury AS, kontrak berjangka minyak, dan SPR.
Ia meminta Menteri Keuangan AS Scott Bessent untuk melakukan short selling (spekulasi penurunan harga) secara lebih agresif, dan memperingatkan bahwa pengambilan cadangan strategis secara terus-menerus dapat menimbulkan masalah serius bagi gua garam bawah tanah yang digunakan untuk menyimpan cadangan minyak AS.
"OQX26|USGG10YR|DOESSPR," tulisnya.
Baca juga: Kapal di Selat Hormuz Anjlok, Harga Minyak Dunia Terancam Meledak akibat Konflik AS-Iran"Lakukan short lebih agresif, Jagoan. Seolah-olah kariermu bergantung padanya (karena memang begitu kenyataannya). Atau kuras cadangan hingga di bawah batas aman dan saksikan gua-gua penyimpananmu runtuh (bersama dengan kariermu). Atau berdoalah kepada dewa-dewa garam Bryan Mound," demikian peringatan Qalibaf kepada Bessent, dilansir Tasnim, media pemerintah Iran, Sabtu (5/9/2026).
"Dunia sudah siap dengan camilan popcorn-nya :)," tambahnya.
Pernyataan Qalibaf menyoroti upaya pemerintah AS untuk menekan imbal hasil obligasi Treasury jangka panjang melalui intervensi pasar utang, sementara penyusutan Cadangan Minyak Strategis (SPR) di tengah gangguan akibat konflik yang melibatkan Iran dan Selat Hormuz telah memicu kekhawatiran mengenai keberlanjutan dan keamanan pengambilan cadangan lebih lanjut.
Qalibaf secara khusus menyinggung Bryan Mound, sebuah fasilitas penyimpanan utama SPR di Texas, dan secara sarkastis menyarankan agar Washington mungkin perlu "berdoa kepada dewa garam" guna mencegah timbulnya masalah pada fasilitas penyimpanan tersebut.
Baca juga: AS dan Sekutu Dorong Iran Dilaporkan ke Dewan Keamanan PBB, Memanas Usai Serangan NuklirKetua Parlemen Iran itu juga menyoroti harga minyak berjangka yang tetap tinggi meskipun AS berupaya memengaruhi ekspektasi pasar.
Ia berpendapat bahwa kombinasi antara harga minyak yang tinggi, menipisnya cadangan strategis, dan kenaikan imbal hasil obligasi Treasury telah menciptakan situasi sulit bagi pemerintahan Trump dan Bessent.
(lsi)